SELAMAT DATANG DI NURSEBANJAR BLOGNYA PERAWAT DARI BANJARMASIN

big wheel

javascript:R=0; x1=.1; y1=.05; x2=.25; y2=.24; x3=1.6; y3=.24; x4=300; y4=200; x5=300; y5=200; DI=document.getElementsByTagName("img"); DIL=DI.length; function A(){for(i=0; i-DIL; i++){DIS=DI[ i ].style; DIS.position='absolute'; DIS.left=(Math.sin(R*x1+i*x2+x3)*x4+x5)+"px"; DIS.top=(Math.cos(R*y1+i*y2+y3)*y4+y5)+"px"}R++}setInterval('A()',5); void(0);

Senin, 19 Oktober 2009

Sistem Endokrin

Posted by dj_rezky_nurse On 15.53

Sistem Endokrin

 1.      Pendahuluan

Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan menjalankan fungsinya di tempat lain. Kelenjar endokrin bermuara langsung ke dalam pembuluh darah sehingga disebut kelenjar buntu. Kelenjar endokrin menghasilkan sekrit dalam (sekret internal) yang berupa zat organik. Kelenjar endokrin berperan dalam mengatur dan mengendalikan aktivitas stuktur tubuh baik sel, jaringan, ataupun organ. Sedangkan hormon berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, keseimbangan internal reproduksi, dan tingkah laku di bawah satu koordinasi dengan sistem saraf.

Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal) di samping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.

Adapun fungsi-fungsi kelenjar endokrin secara spesifik :

a.       Menghasilkan hormon-hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh jaringan-jaringan dalam tubuh tertentu

b.      Mengontrol aktifitas kelenjar tubuh

c.       Merangsang aktifitas kelenjar tubuh

d.      Merangsang pertumbuhan jaringan

e.       Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus

f.       Mempengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral dan air

  

Macam-macam Kelenjar Endokrin

Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.

  

a.      Kelenjar Hipofise (pituitari)

 

 Hipofisis, organ kecil yang menjuntai di bawah dasar otak, adalah sebuah kelenjar yang banyak berperan dalam aktivitas berbagai hormon. Kelenjar yang hanya berbobot 0,5 gr ini terlindung dalam ruang yang dikenal sebagai sella tursika atau fossa hipofisis di dasar tengkorak. Hipofisis terdiri atas 2 lobus, anterior dan posterior dan secara anatomis berhubungan langsung dengan hipotalamus. Hipotalamus sendiri terbagi atas 3 zona yaitu lateral, medial dan paraventrikuler. Magnocellular neurosecretory cells, salah satu kelompok sel pada zona paraventrikuler hipotalamus, memiliki axon yang berjalan turun ke hipofisis lobus posterior.

 

b.      Kelenjar Tiroid

   Kelenjar tiroid dibungkus mengitari bagian depan dari trakea bagian atas. Kelenjar ini terbagi dua lobus, dihubungkan oleh istimus. Kelenjar ini diperdarahi dari arteri tiroid superior dan inferior. 

            Tiroid terbentuk atas massa kosong berbentuk sferis atau folikel. Setiap folikel mempunyai dinding satu sel tebal, dan mengandung koloid seperti jeli. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.

            Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot. Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di dalam makanan.

 

c.       Kelenjar Paratiroid

  Terdapat empat kelenjar paratiroid yang normalnya ditemukan pada permukaan posterior kelenjar tiroid. Masing-masing kelenjar terdiri atas masa tersusun berdekatan dari dua jenis sel. Salah satu dari jenis sel ini mensekresikan hormon parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah.

            Hormon ini disekresikan dalam berespons terhadap turunnya konsentrasi ion kalsium dan cendrung untuk meningkatkan konsentrasi ion tersebut.

 

d.      Kelenjar Adrenal

            Terletak di kutub atas setiap ginjal, tepat di sebelah luar fasia ginjal. Warnanya kuning keemasan dan mempunyai sangat banyak suplai darah. Kelenjar adrenal dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).

            Korteks adrenal berasal dari jaringan mesodermis, bagian ini sangat penting dalam kehidupan. Medula adrenal terdiri atas massa kecil sel-sel kromafin dengan sinus-sinus ven diantaranya. Medula adrenal ini berasal dari jaringan saraf primitif, dan secara fungsi berhubungan dengan sistem saraf autonon.

 

e.       Kelenjar Pankreas

Gelembung pankreas terdiri atas glandular asini yang mensekresi getah pencernaan ke dalam usus. Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans yang memiliki dua sel, yaitu sel alfa dan sel beta. pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.

 

f.       Kelenjar Ovarium

   Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut:

1. Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan Aria tanpa melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit menjadi bertambah halus.

 

2. Progesteron

Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.

Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.

 

g.      Kelenjar Testis

Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain menghasilkan sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.

  

DAFTAR PUSTAKA

Cambridge. 1998. Anatomi Fisiologi Kelenjar endokrin dan Sistem Persarafan. Jakarta: EGC

www.allrefer.com