ALKOHOLISME
1. Latar Belakang
Kebiasaan minum-minuman keras dapat mengakibatkan kecanduan, kekurangan,kesalahan, dan masalah seseorang dapat dilipat-gandakannya bahkan sering pula diikuti oleh perubahan kepribadian.Walaupun ketika berada di bawah pengaruh alkohol, orang bersangkutan dapat merasa mantap, namun sebenarnya dia tidak dewasa, merasa tidak aman dan dihantui oleh rasa bersalah dan depresi. Dalam usaha menutupi problema alkoholnya, dia bertindak tidak jujur, melontarkan kesalahan pada anggota keluarganya, bosnya, sahabatnya atau nasib buruk yang menimpa hidupnya. Kecenderungan berbelit-belit dan berpura-pura ini menimbulkan kehidupan serupa sandiwara, kadang-kadang malah seperti lelucon walaupun tragis. Seorang pecandu alkohol sangat memerlukan pertolongan. Tetapi biasanya, sebelum orang bersangkutan mengalami pukulan hidup yang menggoncangkan, sukar sekali diharapkan perubahan.
2. Definisi
Alkoholisme adalah penyakit menahun yang ditandai dengan kecenderungan untuk meminum lebih daripada yang direncanakan, kegagalan usaha untuk menghentikan minum minuman keras dan terus meminum minuman keras walaupun dengan konsekuensi sosial dan pekerjaan yang merugikan. Alkoholisme adalah masalah yang sering terjadi, hampir 8% orang dewasa di Amerika Serikat memiliki masalah dalam penggunaan alkohol, pria 4 kali lebih sering menjadi alkoholik (pecandu alkohol) dibandingkan wanita semua orang dari semua kelompok umur bisa terkena. Makin banyak anak-anak dan orang dewasa memiliki masalah alkohol dengan konsekuensi yang mengerikan. Alkohol menyebabkan ketergantungan fisik maupun psikis. Alkoholisme biasanya mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bersosialisasi dan untuk bekerja dan menyebabkan banyak kerusakan perilaku lain.
3. Masalah-masalah Sekitar Kecanduan Minuman Keras
Minuman keras telah menjadi masalah dunia. Baik di Afrika, Amerika Latin, Amerika Utara, Eropa, Asia, Australia maupun di mana saja manusia hidup, bahkan di antara suku-suku bangsa primitif di pulau-pulau terpencil pun kecanduan alkohol telah menjadi salah satu persoalan hidup manusia yang utama. Kecanduan minum-minuman keras menghancurkan kehidupan keluarga, pekerjaan, merusak tubuh, dan menjadi sebab utama dari segala macam perbuatan kriminal. Sedikit sekali tempat di bumi ini yang terbebas dari pengaruh yang merusak ini. Kecanduan biasanya terjadi jikalau orang yang bersangkutan terus-menerus membiasakan minum-minuman keras dalam takaran yang tinggi. Ada beberapa penyebab yang bisa membawa orang pada kebiasan yang tidak baik:
1. Perasaan tertekan Banyak orang tergoda untuk minum-minuman keras pada saat mengalami tekanan hidup yang berat. Mula-mula alkohol memang menolong peminum melupakan persoalan-persoalan hidupnya, memberikan perasaan tenang dan nyaman. Tetapi apa yang mula-mula cuma menjadi penolong sementara itu kemudian dipakai secara terus-menerus, setiap kali merasa tertekan, kuatir, susah, dan sebagainya, sampai menjadi kecanduan. 2. Kebudayaan dan latar belakang kehidupan Keluarga dan masyarakat di mana seseorang dibesarkan dapat mempengaruhi sikap orang tersebut dalam menjadi pecandu minuman keras. Kalau orang tua adalah pecandu minuman keras, maka anaknya cenderung menjadi peminum minuman keras pada masa dewasanya. 3. Kepribadian seseorang Pecandu minuman keras biasanya adalah orang-orang yang selalu gelisah, dengan emosi yang tidak matang, dan tak dapat menghadapi frustasi. Biasanya mereka sulit menerima otoritas orang lain,cenderung perfeksionistik, dan selalu merasa terasing di lingkungan masyarakat. Masalah harga diri seringkali menonjol dimana mereka cenderung punya perasaan rendah diri meskipun seringkali dicoba ditutupi dengan lagaknya mendemonstrasikan kepercayaan pada diri sendiri yang berlebihan. Meskipun gejala-gejala ini nampak setelah mereka menjadi peminum4. Bakat jasmani Kalau seseorang membiasakan diri dengan minum-minuman keras, dengan sendirinya tubuh menjadi terbiasa dengan rangsangan-rangsangan alkohol tersebut. Untuk mencapai perasaan puas seringkali dosis minuman keras itu harus ditambah, sampai suatu saat tubuh menjadi begitu bergantung kepada minuman keras tersebut supaya dapat memberi reaksi yang menyenangkan perasaan. Kemudian, si peminum itu menjadi kecanduan secara jasmani ataupun kimiawi, sehingga sulit sekali untuk dapat diubah kembali.
5. Keadaan rohani Salah satu penyebab utama dari penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol adalah keadaan rohani yang tidak sehat, dan kevakuman rohani ini adalah gejala umum yang terdapat pada manusia zaman ini. 6. Keadaan keluarga Pada saat satu anggota keluarga terjerat oleh minuman keras,seluruh keluarga menjadi korban. Mula-mula keluarga tersebut berusaha mengabaikan atau melupakan persoalan itu. Kemudian mereka berusaha untuk mencegah dengan menyingkirkan minuman keras dari rumah tangga tersebut atau dengan memarahi peminum tersebut. Peminum membuat banyak janji untuk tidak minum lagi, tetapi jikalau ia sudah kecanduan, masalah menghentikannya menjadi begitu sulit, sikap keluarga makin keras, ketegangan-ketegangan muncul dalam rumah tersebut, dan biasanya peminum tersebut justru semakin mendambakan minuman keras. Konseling bagi Pecandu Minuman Keras Tidak mudah untuk memberikan konseling kepada pecandu minuman keras dan keluarganya.Para ahli percaya bahwa perkembangan yang dicapai biasanya lambat sampai peminum itu sendiri benar-benar mengambil keputusan untuk berhenti minum. Paling sedikit ada lima sasaran yang harus diperhatikan pelayanan konseling bagi pecandu alkohol: 1. Membuat pecandu menghentikan kebiasaannya sama sekali. 2. Memperbaiki kerusakan-kerusakan tubuhnya akibat dari kecanduannya. 3. Menolongnya untuk menemukan cara bagaimana dapat mengatasi tekanan dalam hidupnya. 4. Menolongnya menggunakan pengganti alkohol yang tidak menimbulkan efek-efek sampingan. 5. Menolong membangun kembali harga diri dan mengatasi rasa bersalahnya secara sehat. 4. Efek Alkohol Pada Non-Alkoholik
| Kadar alkohol dalam darah | Efek yang terjadi |
| 50 mg/dl | masih mampu bersosialisasi, tenang |
| 80 mg/dl | · koordinasi berkurang (kemampuan mental & fisik berkurang) refleks menjadi lebih lambat |
| 100 mg/dl | gangguan koordinasi yg jelas terlihat |
| 200 mg/dl | · kebingungan · ingatan berkurang · gangguan koordinasi semakin berat (tidak dapat berdiri) |
| 300 mg/dl | penurunan kesadaran |
| 400 mg/dl atau lebih | koma, kematian |
| pankreas | peradangan (pankreatitis), kadar gula darah renadah, kanker |
| jantung | denyut jantung abnormal (aritmia, gagal jantung ) |
| pembuluh darah | tekanan darah tinggi, aterosklerosis, stroke |
| otak | kebingungan, berkurangnya koordinasi, ingatan jangka pendek yg buruk, psikosa |
| saraf | berkurangnya kemampuan untuk berjalan (kerusakan saraf di lengan dan tungkai yg mengendalikan pergerakan) |
Efek alkohol dipengaruhi beberapa faktor, atau dengan kata lain ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol di dalam tubuh. Massa tubuh mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol. Wanita yang mempunyai berat 55 kg dapat lebih cepat dipengaruhi alkohol dibandingkan rata-rata pria yang mempunyai bobot badan lebih. Keterisian perut dengan makanan juga mempengaruhi penyerapan alkohol dalam tubuh, keberadaan makanan dalam perut memperlambat penyerapan alkohol di dalam tubuh.
5. Etanol Dan Kecanduan Alkohol
Etanol adalah alkohol yang dapat diminum yang menyebabkan banyak orang mengalami kecanduan alkohol atau alkoholisme (alcoholism). Walaupun sebenarnya alkoholisme sulit didefinisikan dengan tepat namun beberapa ahli sependapat bahwa definisi alkoholisme harus difokuskan pada frekuensi dari simptom akibat meminum-minuman keras itu sendiri. Atau dengan kata lain fitur yang ditonjolkan dalam alkoholisme adalah keinginan yang kuat atau ketergantungan seseorang terhadap etanol sampai pada titik bahwa orang tersebut hanya sibuk memikirkan “kapan saya akan minum lagi!” dan ketidaktersediaan etanol untuk diminum bagi dirinya merupakan hal yang sangat ‘menyakitkan’. Kecanduan alkohol biasanya disertai dengan gangguan sistem syaraf dan otot. Dan dalam stadium awal, etanol dalam tubuh menyebabkan penumpukan substansi yang mengandung lemak (fatty) di dalam hati yang dalam stadium lanjut dapat menjadi penyakit sirosis, suatu penyakit disorganisasi hati yang sulit disembuhkan.
6. Alkoholisme Terbagi Dalam 3 Golongan
a. Golongan A yaitu minuman keras dengan kadar alkohol 1-5 %. Contohnya jenis bir seperti bir bintang, champindo anggur buah, anker bir, heineken bir, dan san miguel bir
b. Golongan B yaitu minuman keras dengan kadar alkohol lebih dari 5-20 %. Contohnya jenis anggur malaga, anggur kolesom, beras kencur, anggur buah dan martini.
c. Golongan C yaitu minuman keras dengan kadar alkohol lebih dari 20-55 %. Contohnya brandy, cognus, vodka, whisky, drygin, dan cham pagne.
7. Beberapa Gangguan Kesehatan Akibat Minuman Keras
Gangguan kesehatan karena minuman keras tidak timbul seketika tetapi dapat terjadi pada pemakaian dalam waktu lama. Minuman keras dapat menyebabkan seseorang menjadi ketagihan dan apabila terjadi kelebihan takaran mengakibatkan penekanan fx pernapasan, penurunan TD, gangguan pembentukan darah, shock, koma, dan dapat terjadi kematian. Gangguan lain yang dapat ditimbulkan, yaitu :a. Keracunan langsung pada sel-sel hati, perlemakan hati ( sirosis )
b. Pada saluran pencernaan : peradangan pada esofagus, lambung dan duodenumi
c. Pada jantung terjadi penyakit payah jantung
d. Pada sel kelamin : penurunan hormon androgen dan terjadi impotensi
e. Gangguan pada kelenjar endokrin ( gangguan pembentukan glukosa ), kelemahan otot, gangguan pada kulit ( dermatitis ), beri-beri
f. Gangguan pada susunan saraf : gangguan intelektual atau kecerdasan, gangguan emosi dan berpikir, pandangan kabur, dan kelumpuhan saraf
g. Selain itu dapat terjadi juga kekurangan gizi dalam bentuk kekurangan protein dan beberapa vitamin yang penting bagi tubuh kita
8. Pengaruh Sosial Akibat Minuman Keras
Akibat kebiasan minum-minuman keras akan terjadi penurunan daya apresiasi dan kreasi, penurunan efisiensi fungsi hidup dalam bentuk kemunduran penghasilan, kehilangan produktivitas dan daya kemampuan, dan rusaknya kehidupan keluarga. Hal-hal tersebut dapat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan sosial suatu lingkungan. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas, perkelahian remaja serta tindakan kriminal lainnya yang disebabkan oleh seseorang yang mabuk karena minum-minuman keras. 9. Tips Untuk Bebas Dari Minuman Keras
Tips berikut ini dapat Anda bagikan kepada mereka yang ingin bebas dari kecanduan minuman keras: 1. Sekarang adalah saatnya untuk bebas dari obat-obatan. Bebas dari obat-obatan berarti menjadi bebas dari segala obat-obatan,termasuk minuman keras. Hal ini tidak mungkin dilakukan sendiri,oleh karena itu Anda perlu ikut serta dalam sebuah program penyembuhan. 2. Sembuh dari kecanduan minuman keras adalah proses yang panjang,yang tidak hanya dalam satu waktu saja. Anda harus menjalani program ini melalui proses setahap demi setahap. Proses ini membutuhkan waktu agar pikiran dan tubuh Anda dapat sembuh kembali dan Tuhan dapat mengubah Anda. 3. Carilah pertolongan dari seseorang yang berkualitas. Jangan mencoba melakukannya sendiri. 4. Jangan menyerah jika Anda kambuh. Tidak pernah ada kata terlambat untuk kembali ke jalan yang benar. Allah kita adalah Allah yang akan memberikan kesempatan kedua bahkan lebih. 5. Jangan berjuang melawan minuman keras dengan menggunakan kekuatan Anda sendiri. Kita harus bergantung pada kekuatan dan kuasa Allah untuk tetap bebas dari minuman keras. 6. Anda harus menjauhi semua minuman keras dan teman-teman Anda yang menggunakan minuman keras. Bergabung bersama mereka merupakan cara paling mudah untuk kambuh.
