Kolesistografi
Meskipun sudah digantikan dengan USG sebagai pemeriksaan pilihan,kolesistografi masih digunakan jika alat USG tidak tersedia/ bila hasil USG meragukan. Kolesistografi oral dapat dilakukan untuk mendeteksi batu empedu dan mengkaji kemampuan kandung empedu untuk melakukan pengisian, memekatkan isinya, berkontraksi serta mengosongkan isinya. .Median kontras yang mengandung iodum yang diekskresikan oleh hati dan dipekatkan dalam kandung empedu diberikan kepada pasien. Kandung empedu yang normal akan terisi oleh bahan radiopaque ini. Jika terdapat batu empedu , bayangannya akan tampak pada foto rontgen.
Preparat yang diberikan sebagai bahan kontras mencakup asam iopanoal (telepaque). Iodipamide meglomine (cholografin) dan sodium ipodate (oragrafin). Semua preparat ini diberikan dalam dorsonal, 10 hingga 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan sinar X sesudah diberikan preparat kontras, pasien tidak boleh mengkonsumsi apapun untuk mencegah kontraksi dan untuk pengosongan kandung empedu.
Kepada pasien harus ditanyakan apakah ia mempunyai riwayat alergi terhadap yodium/ makanan laut . jika tidak ada riwayat alergi , pasien mendapat preparat kontras oral pada malam harinya sebelum pemeriksaan radiografi dilakukan Foto rontgen mula-mula dibuat pada abdomen kuadran kanan atas. Apabila kandung empedu tampak terisi dan dapat mengosongkan batu, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak terjadi penyakit kandung empedu. Apabilaterjadi penyakit kandung empedu, maka kandung empedu tersebut mungkin tidak terlihat karena adanya obstuksi oleh batu empedu. Pengulangan pembuatan kolesistogram oral dengan pemberian preparat kontras yang kedua mungkin diperlukan jika kandung empedu pada pemeriksaan pertama tidak tampak.
Kolesistigrafi pada pasien yang jelas tampak ikterik tidak akan memberikan hasil yang bermanfaat karena hati tidak dapat mengekskresikan bahan kontras radiopaque ke dalam kandung empedu pada pasien iterik. Pemeriksaan kolesistografi oral kemungkinan besar akan diteruskan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pasien yang telah mendapatkan terapi pelarutan batu empedu atau hipotripsi.
Persiapan Pasien
- Memberitahu pasien tentang tujuan dan prusedur yang akan di lakukan
- Memberikan makanan terakhir dalam bentuk makanan rendah serat dan tidak mengandung lemak.
- Memberikan obat (zat kontras) malam sebelumnya
- Memuasakan pasien selama 12 jam
- Mengantar pasien ke ruang rontgen dengan membawa kartu opname dan hasil foto terahir
DAFTAR PUSTAKA
(Buku Ajar, Keperawatan Medikal Bedah,Brumer & Suddarth Edisi 8 , Suzanne C.Smeltzer, B Renda G. Bare Vol 2 Penerbit Buu Kedokteran EGC
