SELAMAT DATANG DI NURSEBANJAR BLOGNYA PERAWAT DARI BANJARMASIN

big wheel

javascript:R=0; x1=.1; y1=.05; x2=.25; y2=.24; x3=1.6; y3=.24; x4=300; y4=200; x5=300; y5=200; DI=document.getElementsByTagName("img"); DIL=DI.length; function A(){for(i=0; i-DIL; i++){DIS=DI[ i ].style; DIS.position='absolute'; DIS.left=(Math.sin(R*x1+i*x2+x3)*x4+x5)+"px"; DIS.top=(Math.cos(R*y1+i*y2+y3)*y4+y5)+"px"}R++}setInterval('A()',5); void(0);

Senin, 19 Oktober 2009

SECTIO CAESAREA

Posted by dj_rezky_nurse On 16.09

SECTIO CAESAREA

A.   Pengertian.

Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus. Melaluai dinding perut atau vagina; atau suatu histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim.

 

B.   Etiologi.

Indikasi dilakukan Sectio Caesarea:

a)      Indikasi pada ibu.

-          Panggul sempit

-          Stenosis sempit

-          Plasenta previa

-          Partus lama

-          Diktoris servik

-          Preeklamsi dan hipertensi

-          Ruptur uteri membakat (immenes )

-          Disproporsi sevalovelvik ( DKP )

 

b)      Indikasi pada anak.

-          Kelainan letak janin

-          Gawat janin

-          Prolapsus funikuli

-          Primi gravida tua

-          Kehamilan dengan Diabetis Melitus

-          Infeksi intra partum

 

Kontra indikasi Sectio Caesaria

-          Janin mati

-          Syok dan anemi berat

 

Faktor yang mendukung dilakukannya persalinan sectio caesaria :

-          Posisi sungsang

-          Distres janin

-          Distoria

-          Persalinan caesaria sebalumnya

 

Persalinan caesaria ini memiliki dua sampai empat kali mortalitas maternal di banding dengan persalinan pervagina. Terutama karena kondisi medis yang tidak di ketahui  dan karena kecelakaan anastesi.

 

C.     Jenis – jenis Sectio Caesaria.

a)      Sectio caesaria klasik atau korporal

Yaitu insisi yang memanjang pada korpus uteri

b)      Sectio caesaria ismika atau profundal ( low cervikal )

      Yaitu insisi pada segmen bawah rahim.

c)      Sectio caesaria ekstra periterilis

Yaitu sectio caesaria yang di lakukan pada pasien dengan infeksi uteri yang berat.  Tetapi sekarang jarang di lakukan biasanya rongga peritonium tidak di buka terlebih dahulu.

d)     Sectio caesaria di ikuti dengan histerektomi ( caesaria hysterektomiy )

e)      Sectio caesaria ekstra perirotial

f)       Sectio caesaria vagina

 

Keuntungan dan kerugian sectio caesaria transperitorial (TTP ) dan sectio caesaria klasik:

a)      SC transperitorial

-          Keuntungan

Jaringan parut lebih kuat dan jika terjadi ruftur tidak pada kehamilan tetapi pada persalinan.

-          Kerugian

Waktu lama dan teknik lebih sulit.

 

b)      SC klasik

-          Keuntungan

Waktu lebih cepat dan teknik lebih mudah

-          Kerugian

Jaringan parut kurang kuat dan ruftur tidak mudah terjadi pada kehamilan berikutnya.

 

D.    Resiko tinggi yang terjadi pada sectio caesaria

-          Infeksi

-          Perdarahan

-          Pembekuan darah

-          Cedera operasi pada dinding kandung kemih dan usus

 

Insisi umum pada sectio caesaria adalah segmen bawah tranversal, insisi bawah segmen uterus mengurangi resiko ruftur uterus pada persalinan yang akan datang.

 

E.     Komplikasi sectio caesaria

a)      Infeksi puerperal ( nifas )

1)      Ringan

Dengan kenaikan suhu beberapa hari saja

2)      Sedang

Dengan kenaikan suhu yang lebih tinggi di sertai dehidrasi dan perut sedikit kembung.

3)      Berat

Dengan peritonitis, sepsis ileus paralitik.

 

b)      Perdarahan yang disebabkan oleh:

1)      Banyaknya pembuluh darah yang terputus dan terbuka.

2)      Atonia uteri

3)      Perdarahan plasenta incomplit.

 

c)      Luka pada kandung kemih, emboli paru dan keluhan kandung kemih bila reperi conalisasi terlalu tinggi.

d)     Kemungkinan ruftur

F.      Diagnosa dan intervensi keperawatan.

  1. Gangguan rasa nyaman : nyeri b.d luka post op

Intervensi:

-          Monitor TTV

-          Kaji penyebab nyeri

-          Kaji status nyeri

-          Atur posisi senyaman mungkin

-          Anjurkan px untuk relaksasi

-          Rawat luka dengan teknik septik dan aseptik

 

  1. Gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d puasa preop dan post op

Intervensi:

-          Pertahankan kecepatan aliran infus

-          Periksa potensi dan infeksi tempat tusukan IV terhadap kemeran dan bengkak.

-          Berikan tetesan air es selama 24 jam pertama,kemudian lanjutkan dengan diit bila telah terdengar bising usus

 

  1. Gangguan keseimbangan cairan b.d perdarahan operasi.

Intervensi:

-          Monitor TTV

-          Kaji lochea dan insisi

-          Evaluasi kelembutan

-          Periksa Hb,hipertensi pada hari pertama post op

  1. Resiko tinggi infeksi b.d adanya luka post op

Intervensi:

-          Lakukan perawatan luka denganteknik septik dan aseptik

-          Dressing luka setiap hari

-          Observasi luka setiap hari

 

  1. Keterbatansan aktivitas b.d luka post op

Intervensi:

-          Bantu px dalam beraktivitas

-          Ubah posisi setiap 2-4 jam sekali

-          Beri posisi yang nyaman

-          Motivasi px untuk melakukan aktivitas ringan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Babak,Irene M dan Margaret D .Jenser.2000. Perawatan maternitas dan Genoptologi II.Bandung.YIPK PK

Junaidi, Purnawan dkk. Kapita selekta kedokteran.Edisi ke dua.Jakarta.Media Aeusculapius.FKUI.1992

Mansyoer,Arif.dkk.kapita selekta kedokteran.Edisi ke tiga.Jakarta.Balai pustaka, FKUI

Moctar rustam, Prof.dr.Mph, 1992.Sinopsis obstetri II.Jakarta : EGC